Halbar – Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMAHABAR) Kota Ternate menegaskan akan terus menggelar aksi demonstrasi demi mengembalikan hak masyarakat.

Pasalnya, aksi demonstrasi yang dilakukan pada, Kamis (4/09) lalu, dianggap belum mencapai target sebagaimana tuntutan yang dikemukakan.

Dalam keterangan pers yang diterima, Ketua Umum SEMAHABAR Kota Ternate, Gusti Ramli menyebutkan, ada 13 tuntutan yang tetap akan disuarakan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Hal ini membutuhkan komitmen perjuangan para mahasiswa, pemuda dan masyarakat luas. Sehingga selaras dengan asas demokrasi dan asas keadilan,” ucap Gusti.

Menurutnya, keberpihakan masyarakat pada gerakan mahasiswa adalah kekuatan yang paling memiliki dampak terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berupaya melakukan konsolidasi dengan matang. Kami butuh dukungan dan keterlibatan seluruh pemuda dan masyarakat Halmahera Barat, karena bagi kami, sudah cukup masyarakat Halbar hidup dalam kesengsaraan dan ketidakadilan,” katanya.

Ia menambahkan, mangkraknya proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama di Kecamatan Ibu adalah bentuk kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap kewajiban menyediakan pelayanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat Kecamatan Loloda.

“Dalam kehidupan bermasyarakat, saya pikir ada 3 hal yang paling penting. Yakni, pendidikan, kesehatan dan pembangunan fasilitas dasar. Hari ini masyarakat di Loloda telah kehilangan 3 point diatas, untuk apa kita biarkan para penjahat ini terus menjadi pemimpin di daerah ini,” tegasnya.

Mahasiswa asal Jailolo ini menuturkan, perpindahan lokasi pembangunan ke Kecamatan Ibu bukan hanya merampas harapan, tetapi juga memperlihatkan wajah kekuasaan yang abai terhadap aspirasi rakyat.

“Loloda adalah wilayah terjauh, terisolasi, dengan akses transportasi yang sulit, sehingga kehadiran RS Pratama sangat dinanti. Kebijakan ini layak disebut sebagai kekejaman struktural, keputusan yang tampak administratif, namun sejatinya menyakiti ribuan jiwa,” sesalnya.

BACA JUGA   Kohati Komisariat Unibrah Gelar Sosialisasi Pendidikan dan Pencegahan Pernikahan Dini

Lebih lanjut, kata Gusti, berdasarkan data yang kami pegang tentang Laporan Hasil Verifikasi dan Kunjungan Lapangan terkait Pembangunan Rs Pratama, pada tanggal 01-04 Juli 2024 menyebutkan, bahwa terdapat dua point yang di rekomendasikan oleh tim di lapangan. Yakni: 1. Pembangunan RS Pratama tetap dilakukan/dibangun sesuai dengan RK yaitu di Kecamatan Loloda dan apabila Pemda ingin mengganti lokus, dapat dilakukan pindah lokasi pembangunan dari desa Jano ke desan lainnya yang masih berada di kecamatan Loloda. Point kedua adalah, tim tidak menyetujui pembangunan dilanjutkan di kecamatan Ibu. Hal ini dikarenakan sudah menyalahi aturan yang berlaku.

“Oleh karena itu kami mengundang dan mengajak kepada seluruh masyarakat, baik pemuda maupun mahasiswa, mari kita serukan perlawanan terhadap pemerintahan JUJUR ini,” pungkas Gusti.

Reporter: Tim Sentra

Redaktur: M. Rahmat Syafruddin.