Puluhan Pasien Terlantar di RS Labuha, Bupati Diminta Turun Tangan

Halsel — Puluhan pasien di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Daerah (RSD) Labuha, Marabose, Kabupaten Halmahera Selatan, terpaksa menunggu berjam-jam tanpa kepastian. Dokter yang dijadwalkan menangani pasien sejak pagi tidak hadir hingga siang. Jumat, (26/09).

Sejumlah pasien mengaku sudah berada di rumah sakit sejak pukul 08.00 WIT. Beberapa bahkan tertidur di kursi ruang tunggu, sementara yang lain memilih pulang karena tidak tahan menunggu.

Suasana ruang tunggu pasien Poli Penyakit Dalam RSUD Labuha, Foto: Istimewa

“Dari tadi kami disuruh menunggu, tapi dokter tidak ada. Ini sudah lama sekali, apalagi sekarang hari Jumat, waktunya singkat. Kami tidak tahu harus bagaimana,” keluh seorang pasien.

Keluarga pasien juga menyatakan kekecewaan mereka terhadap manajemen rumah sakit.

“Kami dari pagi jam 8 sampai jam 1 tidak dihiraukan. Kalau sudah tidak mau jadi dokter, keluar saja dari rumah sakit. Puluhan pasien datang tanpa kejelasan, hanya menunggu,” ujar salah satu keluarga pasien.

Situasi tersebut memicu tuntutan agar Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan segera turun tangan. Mereka mendesak Direktur RSD Labuha dicopot, dan dokter yang mangkir diberi sanksi tegas.

“Direktur rumah sakit harus dicopot, dokter-dokter yang mangkir juga harus ditindak. Kami butuh pelayanan, bukan disuruh menunggu tanpa kejelasan,” pungkas pasien lainnya.

Buruknya pelayanan ini dinilai sangat merugikan pasien, baik dari sisi waktu maupun kesehatan yang seharusnya segera ditangani. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSD Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait absennya dokter di poli tersebut.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Karmila

BACA JUGA   Disperindagkop Haltim Berkomitmen Tata Ulang Pasar Rakyat Jiko Mobon
Just a moment...