Pendidikan bukan sekadar hak. Education is a gateway ialah jalan untuk perempuan menemukan potensi sejatinya, membuka dunia, dan menyiapkan diri menghadapi hidup dengan penuh percaya diri. Kata “pendidikan” berasal dari “didik”, yang berarti membimbing, mengasuh, dan menyiapkan seseorang menjadi manusia utuh, bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Bagi saya, pendidikan lebih dari sekadar gelar atau nilai namun ia membentuk karakter, memperluas wawasan, dan menyalakan semangat untuk terus berkembang.
Dalam perspektif Islam, perempuan memiliki hak yang setara untuk belajar. Rasulullah SAW bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim, laki-laki maupun perempuan” (HR. Ibnu Majah). Sejarah membuktikan hal ini seperti Aisyah R.A, istri Rasulullah, dikenal sebagai ulama wanita yang mengajarkan ribuan hadits dan menjadi panutan dalam pendidikan. Fatimah Al-Fihri, pendiri Universitas Al-Qarawiyyin di Maroko, menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi pusat ilmu dan perubahan dan itu lebih dari seribu tahun lalu! They were not just learners, they were leaders.
Education empowers women to think critically, act independently, and stand confidently. Perempuan berpendidikan tidak hanya menerima ilmu, tapi juga memberi halnya menjadi guru, mentor, atau pemimpin yang menginspirasi generasi berikutnya. Peran ganda ini memperkuat masyarakat dan menyalakan kemajuan peradaban.
Di masa kini, perempuan masih menghadapi tantangan, tetapi setiap langkah belajar, setiap buku yang dibuka, adalah cahaya yang menerangi jalan mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Fatimah Al-Fihri pernah berkata: “Ilmu adalah cahaya yang menuntun manusia dalam gelap.” Perempuan yang berpendidikan adalah cahaya itu sendiri untuk keluarga, masyarakat, bahkan bangsa.
Mari kita pastikan setiap perempuan memiliki kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan tumbuh. Because when women learn, the world shines brighter. Pendidikan bagi perempuan bukan sekadar hak atau kewajiban tapi ia adalah amanah, cahaya, dan harapan untuk masa depan yang lebih adil, penuh kesempatan, dan bermartabat.
Penulis:
Melva Amrin (Aktivis HMI Ternate)


























