Ternate – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate menyerukan kepada seluruh insan pers untuk mengedepankan prinsip jurnalisme damai dalam meliput konflik yang terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah.

Seruan tersebut disampaikan menyusul situasi konflik yang dinilai sensitif dan berpotensi memperkeruh kondisi sosial di tengah masyarakat.

AJI Ternate menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ruang publik tetap sehat serta tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang dapat memicu ketegangan baru.

Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menyampaikan bahwa dalam kondisi konflik, kerja-kerja jurnalistik harus tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik. Ia menekankan pentingnya menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan melalui proses verifikasi yang ketat.

“Jurnalis harus mampu menahan diri dari narasi yang provokatif serta tidak mengumbar kebencian. Media harus menjadi penyejuk, bukan pemicu konflik,” ujarnya, Jum’at (3/4).

AJI Ternate juga mengingatkan agar jurnalis tidak menyebutkan identitas tertentu yang berpotensi memperuncing konflik. Sebaliknya, pemberitaan diharapkan lebih berorientasi pada kepentingan publik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan persatuan.

Selain itu, organisasi profesi jurnalis ini menyatakan keprihatinan mendalam atas konflik yang terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial serta keselamatan masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, AJI Ternate mengajak seluruh jurnalis untuk tetap profesional dengan mengedepankan prinsip jurnalisme damai serta menolak penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Pihaknya juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan.

AJI Ternate turut mengimbau media untuk menghindari penggunaan diksi yang dapat memicu permusuhan serta tidak menonjolkan identitas kelompok tertentu. Pemberitaan, menurut mereka, harus diarahkan pada upaya penyelesaian konflik secara damai.

BACA JUGA   Poros Muda UA Bagi Ribuan Brosur Visi Misi dan Contoh Surat Suara Paslon Petahana kepada Warga di Wasile

Di sisi lain, AJI Ternate menolak segala bentuk tekanan dan intervensi terhadap kerja-kerja jurnalistik. Independensi dan profesionalisme jurnalis, kata mereka, harus tetap dijaga dalam situasi apa pun.

Tidak hanya kepada jurnalis, AJI Ternate juga mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bijak dalam mengonsumsi serta menyebarkan informasi.

“Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya,” imbuhnya.

Sekretaris AJI Ternate, Suryani S. Tawaru, menambahkan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik yang kondusif, terutama di tengah situasi konflik.

“Jurnalisme harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan menjadi sumber konflik baru,” tutup Suryani.

AJI Ternate berharap seruan ini dapat menjadi perhatian bersama agar media tetap menjalankan fungsinya secara bertanggung jawab dan berkontribusi dalam menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.