Pelatihan budidaya cabai bagi petani desa penyangga TNGHS, foto: Istimewa

Jawa Barat – Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University menghadirkan pakar cabai nasional dalam pelatihan peningkatan kapasitas petani desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) melalui Program Implementing Partner FOLU Net Sink 2030, Rabu (17/6).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Peningkatan Kapasitas Petani Desa Penyangga TNGHS dalam Pengelolaan Lahan Berkelanjutan: Langkah Persiapan Menuju Pengusulan Areal Preservasi” yang diikuti petani dari Desa Cihamerang, Kabandungan, Cipeuteuy, dan Mekarjaya, Kabupaten Sukabumi.

Setelah melaksanakan penanaman 35.899 pohon pada April 2026, program kini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan yang produktif, berkelanjutan, serta selaras dengan upaya konservasi.

Selain mengembangkan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) dan tanaman kehutanan, program juga memberikan perhatian terhadap komoditas pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, salah satunya cabai.

Pada hari keempat pelatihan, peserta memperoleh materi bertajuk “Tujuh Kunci Sukses Budidaya Cabai” yang disampaikan Prof Dr Muhammad Syukur, SP, MSi, Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University.

Prof Syukur dikenal sebagai salah satu pakar cabai terkemuka di Indonesia yang telah menghasilkan berbagai varietas unggul melalui pemuliaan tanaman. Berbagai inovasinya telah dimanfaatkan petani di berbagai daerah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Dalam pemaparannya, Prof Syukur menjelaskan berbagai faktor yang menentukan keberhasilan budidaya cabai, mulai dari pemilihan varietas unggul dan benih bermutu, persiapan lahan, pemupukan berimbang, pengelolaan air, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Menurutnya, penerapan teknik budidaya yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani dalam jangka panjang.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Hasari, SP, MP. Ia mengapresiasi upaya peningkatan kapasitas petani yang dilakukan melalui Program Implementing Partner FOLU Net Sink DKSHE IPB.

BACA JUGA   Sekda Tidore Tekankan Keamanan dan Stabilitas Pangan Jelang Ramadan

“Programnya sangat baik dan sangat membantu para petani. Khususnya tema hari ini yang mendukung perwujudan Kecamatan Kabandungan sebagai sentra cabai di Jawa Barat,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Setelah sesi pemaparan, petani aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait budidaya cabai, mulai dari pemilihan varietas, teknik pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Melalui rangkaian pelatihan ini, DKSHE IPB University berharap masyarakat di desa penyangga TNGHS semakin memiliki kapasitas dalam mengelola lahan secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengoptimalkan pemanfaatan tanaman MPTS dan komoditas unggulan lainnya.

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mendukung proses pengusulan areal preservasi sekaligus mewujudkan keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pencapaian target FOLU Net Sink 2030.