
Jawa Barat – Program FOLU Net Sink 2030 yang dilaksanakan Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (DKSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University menghadirkan pakar tanah dan produksi tanaman dalam pelatihan petani desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/6).
Kegiatan tersebut merupakan hari ketiga pelatihan peningkatan kapasitas petani desa penyangga TNGHS dalam pengelolaan lahan berkelanjutan sebagai langkah persiapan menuju pengusulan areal preservasi. Pelatihan diikuti petani dari empat desa intervensi program dengan tema “Pengelolaan Lahan Pertanian dan Pemeliharaan Tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS)”.
Tema tersebut diangkat sebagai tindak lanjut dari kegiatan penanaman ribuan bibit MPTS yang sebelumnya telah dilaksanakan di desa-desa penyangga TNGHS. Keberhasilan program penanaman tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit dan proses penanaman, tetapi juga pengelolaan lahan serta pemeliharaan tanaman pada fase awal pertumbuhan.
Materi pertama disampaikan oleh Prof Dr Ir Arief Hartono, MSc Agr, Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan (DITSL), Fakultas Pertanian IPB University. Ia menjelaskan pentingnya memahami karakteristik dan kesuburan tanah sebagai dasar pengelolaan lahan yang berkelanjutan.
Peserta diperkenalkan pada berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal, faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan tanah, serta penggunaan alat sederhana untuk mengevaluasi kondisi tanah di lapangan. Melalui materi tersebut, petani diharapkan mampu menentukan langkah pengelolaan lahan sesuai kondisi masing-masing.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr Endang Gunawan, SP, MSi, dosen IPB University yang memiliki keahlian di bidang produksi tanaman. Ia memaparkan teknik pemeliharaan awal tanaman MPTS untuk meningkatkan keberhasilan tumbuh setelah penanaman.
Selain materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti demonstrasi lapangan yang meliputi pengendalian gulma, pemupukan, serta perawatan tanaman pada fase awal pertumbuhan. Kegiatan praktik tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami secara langsung penerapan teknik pemeliharaan yang tepat di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan, terutama saat sesi demonstrasi lapangan yang membahas berbagai kendala yang umum dihadapi petani dalam pemeliharaan tanaman. Peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kondisi lahan di masing-masing desa.
Melalui kegiatan tersebut, DKSHE IPB University bersama Balai TNGHS berharap petani di empat desa penyangga semakin memiliki kapasitas dalam mengelola lahan secara berkelanjutan, meningkatkan keberhasilan tanaman MPTS, serta mendukung upaya konservasi dan pengelolaan lanskap berkelanjutan di kawasan TNGHS.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi

























