Kalau jawabannya tidak jelas, maka kita patut mempertanyakan: apakah JKPI benar-benar menjadi instrumen pelestarian pusaka, atau hanya menjadi event pariwisata yang menggunakan narasi sejarah sebagai kemasan?
Ternate mempunyai sejarah yang luar biasa. Jangan sampai sejarah yang begitu besar hanya dijadikan latar belakang untuk acara yang besar, sementara persoalan masyarakat dan pusaka tetap berjalan di tempat. Kita tidak anti-JKPI. Kita juga tidak anti-event. Kita hanya ingin setiap kegiatan pemerintah benar-benar menghasilkan warisan yang lebih besar daripada sekadar dokumentasi dan kenangan maupun laporan administratif di atas kertas.
Karena Ternate bukan sekadar tempat penyelenggaraan Rakernas. Ternate adalah bagian dari sejarah dunia. Dan sejarah dunia tidak boleh hanya dirayakan selama lima hari. Ia harus dirawat setiap hari.

























