Bogor – Persatuan Mahasiswa Maluku dan Maluku Utara (Permama) kembali menggelar Musyawarah Besar (Mubes) sebagai forum tertinggi organisasi pada Minggu (14/09).
Musyawarah tersebut untuk menentukan arah kepemimpinan baru sekaligus mendengarkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya. Acara ini berlangsung penuh dinamika, mencerminkan semangat demokrasi yang hidup di kalangan mahasiswa asal Maluku dan Maluku Utara yang menempuh pendidikan di kota Bogor.
Mubes yang diselenggarakan di Aula Serbaguna IPB University ini dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi. Kehadiran mereka menandai komitmen kuat dalam menjaga solidaritas, persaudaraan, serta kontribusi mahasiswa Maluku dan Maluku Utara terhadap bangsa.
Acara dibuka dengan doa bersama, diikuti sambutan dari ketua panitia. Dalam sambutannya, ketua panitia menegaskan pentingnya Mubes sebagai momentum konsolidasi organisasi. “Mubes bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan ruang evaluasi, refleksi, dan penguatan komitmen kolektif,” ujarnya.
Salah satu agenda utama adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban oleh Ketua Umum periode 2024-2025, Dr. Ningsie Uar, M.Si. Dalam paparannya, ia menyampaikan capaian program kerja, hambatan yang dihadapi, serta rekomendasi untuk pengurus berikutnya.
Sosok yang baru saja menyelesaikan pendidikan doktoral tersebut menjelaskan bahwa selama kepemimpinannya, Permama berhasil menyelenggarakan beberapa kegiatan penting, seperti terlibat dengan Penerbit Komunitas Bambu dalam kegiatan launching dan bedah buku yang menghadirkan penulisnya dari Belanda. Selain itu, kerja sama dengan berbagai organisasi mahasiswa daerah lain juga disebut sebagai capaian positif yang perlu dilanjutkan.
Namun, ia juga mengakui adanya sejumlah tantangan. Keterbatasan dana, kesibukan anggota, serta kurangnya koordinasi menjadi catatan yang perlu dievaluasi. “Kami telah berusaha maksimal, tetapi masih ada pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan pengurus berikutnya. Saya berharap ke depan komunikasi lebih solid, dan program kerja lebih menyentuh kebutuhan mahasiswa,” ungkap Ningsie melalui zoom meeting.
Laporan tersebut kemudian dibahas dalam sidang pleno. Beberapa peserta memberikan tanggapan kritis, terutama terkait transparansi keuangan dan efektivitas kegiatan. Setelah melalui diskusi panjang, forum akhirnya menerima laporan pertanggungjawaban dengan catatan perbaikan.
Agenda berikutnya adalah pemilihan ketua umum baru periode 2025-2027. Proses ini diawali dengan penyampaian visi dan misi dari para calon ketua yang telah melalui tahap verifikasi. Terdapat tiga calon yang maju, masing-masing membawa gagasan segar untuk memperkuat peran Permama.
Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dengan mekanisme voting. Setelah dilakukan penghitungan suara, forum menetapkan Arifin Muhammad Ade, mahasiswa doktoral asal Maluku Utara sebagai Ketua Umum Permama periode 2025-2027.
Dalam pidato perdananya, mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menekankan bahwa kepemimpinannya akan berfokus pada penguatan basis organisasi, peningkatan kapasitas anggota, serta memperkuat peran Permama dalam berjejaring dengan organisasi dari daerah lain, serta membangun kerja sama degan pemerintah daerah, baik Maluku dan Maluku Utara.


























