“Permama adalah wadah untuk kita berproses bersama. Kita semua harus bekerja kolektif untuk menjaga marwah organisasi ini. Saya berkomitmen menjadikan Permama bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah untuk kita membangun kapasitas melalui jejaring dan kerjasama dengan pemerintah daerah”, ujarnya.
Sejumlah tokoh senior Permama hadir turut memberikan pesan moral kepada pengurus baru. Mereka menekankan pentingnya menjaga integritas, konsistensi, dan menjadikan organisasi sebagai sarana kontribusi nyata bagi daerah asal.
Mubes kali ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga forum evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi. Kehadiran puluhan mahasiswa, perdebatan sehat, hingga terpilihnya pemimpin baru menegaskan bahwa Permama tetap relevan sebagai ruang tumbuh kembang mahasiswa asal Maluku dan Maluku Utara.
Reporter: Arifin M. Ade
Editor: M. Rahmat Syafruddin











