Pemuda Keerom Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’, foto: Istimewa

Papua – Forum Generasi Muda Kabupaten Keerom bersama Papuan Voice, pemuda, dan warga Kampung Yowong menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi” di Gedung Gereja GKI Kampung Yowong, Sabtu (09/5).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas terhadap perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan yang menghadapi dampak ekspansi Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pembukaan lahan skala besar.

Film “Pesta Babi” menyoroti kondisi masyarakat adat Papua Selatan yang disebut menghadapi ancaman terhadap ruang hidup, tanah leluhur, serta sumber pangan dan identitas budaya akibat perluasan proyek industri.

Koordinator kegiatan mengatakan nobar tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada generasi muda di Keerom terkait dampak investasi skala besar terhadap masyarakat adat.

“Apa yang terjadi di Papua Selatan adalah potret masa depan kita semua jika kita tidak peduli pada tanah,” ujar perwakilan Forum Generasi Muda Keerom.

“Melalui film ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa tanah adalah ibu yang memberi kehidupan, bukan sekadar komoditas untuk dieksploitasi,” lanjutnya.

Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama pemuda dan tokoh masyarakat Kampung Yowong. Diskusi membahas pentingnya perlindungan hak ulayat serta keterlibatan masyarakat adat dalam setiap proses pembangunan di wilayah mereka.

Para peserta juga menekankan agar pembangunan tidak meminggirkan masyarakat adat, melainkan memberikan kesejahteraan bagi pemilik hak ulayat.

Melalui kegiatan itu, Forum Generasi Muda Keerom dan masyarakat Kampung Yowong menyampaikan pesan agar pemerintah dan pihak swasta mengevaluasi kembali proyek industri di Tanah Papua.

Mereka juga menegaskan, pembangunan harus berlandaskan pada penghormatan terhadap hak ulayat serta tidak mengabaikan masyarakat adat sebagai pemilik wilayah.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi

BACA JUGA   Mahasiswa dan Warga Bersiaga Tolak Eksekusi Tanah di Kalumata