Ternate – Dosen Universitas Khairun, Dr. Abdul Motalib Angkotasan, menyoroti dampak serius eksploitasi bahan galian C di Kota Ternate yang muncul akibat tingginya kebutuhan material pasir untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan.
Menurut Dr. Angkotasan, masifnya pembangunan infrastruktur dan perumahan di Kota Ternate menyebabkan tingginya kebutuhan material pasir. Hal inilah yang mendorong tumbuhnya usaha eksploitasi bahan galian C di Kota Ternate.
“Sayangnya aktivitas pengambilan material galian C ini menyisakan dampak yang besar terhadap lingkungan. Kawasan permukiman di sekitar kawasan bahan galian C berpotensi longsor,” ujarnya kepada Sentra, Senin (29/9).

“Di sisi lain, sisa material akan terbawa oleh aliran air saat hujan deras ke wilayah pesisir dan laut. Kondisi ini akan memicu kerusakan ekosistem pesisir dan laut,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pemerintah Kota Ternate harus mencari alternatif pengganti material bahan galian C.
“Pasir sintetis dapat menjadi salah satu alternatif pilihan. Akan lebih baik jika Wali Kota dapat mendorong ketersediaan material pasir sintetis tersebut,” jelas Pakar Ekologi Pulau Kecil tersebut.
Kebijakan penggunaan pasir sintetis, menurutnya punya banyak manfaat.
“Pertama, menyediakan material pengganti bahan galian C di Kota Ternate. Kedua, kerusakan ekologi dapat diminimalisir. Ketiga, mendorong tumbuhnya UMKM yang nantinya menjadi supplier pasir sintetis,” kata Dr. Angkotasan.
Lebih lanjut, Dr. Angkotasan menekankan pentingnya perlindungan ekosistem pesisir dan permukiman.
“Ekosistem pesisir dan laut tidak lagi mengalami tekanan akibat run off yang bersumber dari daratan termasuk dari kawasan pertambangan bahan galian C. Masyarakat yang bermukim di daerah pesisir tidak lagi terdampak oleh tingginya laju sedimentasi. Permukiman di sekitar kawasan penambangan bisa aman dari longsor,” ujarnya.
“Saatnya Pemerintah Kota Ternate serius membangun kerjasama dengan supplier pasir sintetis. Harapannya, kerja sama ini bukan sekadar di atas kertas, tapi dapat diimplementasikan agar dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat. Semoga!” pungkasnya.
Reporter: Karmila
Editor: M. Rahmat Syafruddin


























