Maluku Utara – Koordinator Wilayah XV Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Maluku Utara, Jufri Bayar, mengajak seluruh masyarakat di Maluku Utara untuk merawat keberagaman dan meneguhkan toleransi selama Bulan Suci Ramadhan, Kamis (19/02).
Jufri menyampaikan penghormatan dan doa kepada seluruh saudara-saudari umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Bulan puasa adalah momentum spiritual yang agung. Ia bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pemurnian batin, penguatan pengendalian diri, dan pendalaman makna kemanusiaan,” ujar Jufri.
“Puasa juga mengajarkan kesabaran dalam ujian, keikhlasan dalam pengorbanan, serta kepedulian kepada mereka yang lemah dan membutuhkan. Nilai-nilai ini bersifat universal dan menjadi jembatan moral yang mempertemukan seluruh umat beriman, apa pun latar belakang agamanya,” jelasnya.
Menurut Jufri, Maluku Utara adalah rumah besar yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam. Keberagaman ini bukan ancaman, melainkan anugerah Tuhan yang harus dirawat bersama. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman moral dan konstitusional untuk meneguhkan toleransi dan keadilan sosial.
“Sebagai umat Kristen dan bagian dari generasi muda, kami percaya bahwa iman yang sejati tidak pernah melahirkan kebencian, melainkan menghadirkan kasih dan perdamaian,” katanya.
“Dalam setiap ajaran agama, selalu ada pesan tentang cinta kasih, penghormatan terhadap martabat manusia, serta tanggung jawab untuk menjaga harmoni kehidupan bersama. Karena itu, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi kita semua, lintas iman, untuk memperluas empati dan memperkuat solidaritas sosial,” tambah Jufri.
Jufri menekankan, toleransi bukan sikap pasif.
“Toleransi adalah komitmen aktif untuk saling menghargai, melindungi, dan bekerja sama demi kebaikan bersama. Ini juga berarti menolak provokasi, ujaran kebencian, dan upaya memecah belah persaudaraan,” jelasnya.
“Di tengah tantangan zaman—arus informasi yang cepat, polarisasi sosial, serta dinamika politik—kita membutuhkan kedewasaan bersama untuk saling menghormati antar sesama anak bangsa,” tambah Jufri.
Jufri mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda lintas agama, menjadikan bulan suci ini sebagai ruang memperkuat kolaborasi kemanusiaan.
“Baik melalui aksi sosial, gerakan peduli sesama, maupun dialog membangun pemahaman,” ujarnya.
“Semoga setiap langkah spiritual di bulan suci ini menghadirkan kedamaian batin, memperdalam kasih kepada sesama, dan semakin memperkokoh persaudaraan antar umat beragama. Mari kita rawat keberagaman sebagai kekuatan, dan jadikan toleransi sebagai warisan yang kita tinggalkan bagi generasi mendatang,” pungkas Jufri.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























