Halsel — Ketua Forum Komunikasi Kepala Puskesmas (FKKP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Syamil Kamarullah, menyoroti dugaan pelayanan yang belum efektif di Puskesmas Babang dan meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, Selasa, (01/09).
Syamil mengatakan persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi seluruh kepala puskesmas serta tenaga medis di Halsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien.
Menurutnya, meskipun pembagian waktu kerja tenaga kesehatan telah ditentukan, pelayanan publik, terutama di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), harus tetap berjalan secara optimal dan siaga selama 24 jam.
“Penentuan waktu kerja tentunya sudah ditentukan, namun petugas harus tetap siap siaga 24 jam di ruang IGD. Pelayanan publik tidak boleh terputus karena ini merupakan pelayanan yang menjadi prioritas,” ujar Syamil.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan peringatan sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas. Hal tersebut dinilai penting agar kepala puskesmas bersama tenaga medis dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan warning terkait pelayanan agar lebih baik lagi. Seluruh kepala puskesmas dan tenaga medis perlu memprioritaskan peningkatan pelayanan publik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Babang, Noce Domeda, menyatakan akan melakukan evaluasi secara internal menyikapi persoalan tersebut.
Ia mengakui adanya permasalahan dalam pelayanan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Puskesmas Babang untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih terjadi.
“Secara internal, kami akan melakukan warning di Puskesmas Babang terkait adanya problem semacam ini. Kami akan memperbaiki segala kesalahan dan kekurangan kami,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kepada seluruh tenaga medis di Puskesmas Babang agar lebih intensif dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
“Saya tekankan kepada seluruh tenaga medis di Puskesmas Babang agar lebih intens melakukan pelayanan kepada pasien,” tegasnya.
Atas persoalan tersebut, Noce Domeda secara pribadi maupun mewakili seluruh jajaran Puskesmas Babang menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan masyarakat.
“Saya secara pribadi dan mewakili Puskesmas Babang meminta maaf atas kekurangan pelayanan kami. Semoga hal semacam ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.
“Kami juga patut bersyukur karena adanya permasalahan ini menjadi bahan pembelajaran bagi kami untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,” lanjut Noce Domeda.
Dari sisi FKKP, Syamil menegaskan, setiap kekurangan dalam pelayanan harus menjadi pembelajaran bersama agar kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus ditingkatkan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pasien dan masyarakat Halsel atas kelalaian yang terjadi dalam pelayanan.
“Kami meminta maaf kepada pasien dan masyarakat Halmahera Selatan atas kelalaian puskesmas dan tenaga medis. Semua kelalaian ini harus dijadikan pelajaran agar ke depan kita dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.


























