Warga di Kao Teluk dan Jailolo Selatan Mendesak Listrik Dialihkan Langsung dari Sofifi

foto: ilustrasi

Kao Teluk/Jailolo Selatan – Pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kecamatan Kao Teluk (Halmahera Utara) dan Kecamatan Jailolo Selatan (Halmahera Barat) membuat sejumlah kepala desa dan tokoh pemuda mendesak pemerintah provinsi agar aliran listrik dialihkan langsung dari Sofifi, Kamis (12/02).

Kepala Desa Akelamo Cinga-Cinga, Syahrir Hi. Husein, kepada Sentra, menjelaskan pemadaman listrik terjadi berulang kali dalam sehari dengan durasi menyala sangat singkat. Dalam satu hari, listrik padam sejak pukul 09.00 WIT, menyala kembali pukul 16.00 WIT hanya lima menit, lalu kembali padam hingga pukul 18.00 WIT. Malam hari, listrik sempat menyala pukul 20.00 WIT sebelum kembali padam sekitar pukul 21.00 WIT.

“Pemadaman seperti ini sangat merugikan masyarakat. Banyak peralatan elektronik rusak, dan usaha seperti depot air galon tidak bisa beroperasi normal,” ujarnya.

Menurut Syahrir, kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah desa, antara lain Akelamo Cinga-Cinga, Akelamo Kao Tua, Tabanoma, Akesahu Madutu, Gamsungi, Akelamo Kao Cibok, Makaeling, Kuntum Mekar, Tiowor, Baru Madehe, dan desa sekitarnya. Para kepala desa berinisiatif ingin bertemu dengan Gubernur Maluku Utara untuk menyampaikan permintaan agar arus listrik langsung dari Sofifi, bukan lagi melalui Malifut.

Beberapa desa berdampak berada di Kabupaten Halmahera Barat, seperti Akelamo Cinga-Cinga dan Akesahu Madutu (Jailolo Selatan), sementara desa lainnya berada di Kabupaten Halmahera Utara (Kao Teluk).

Kepala Desa Akelamo Cibok, Zulkarnain Yusup, membenarkan keluhan warga. Ia menyebut listrik lebih sering padam dibanding menyala.

Sementara itu, Kepala Desa Tabanoma, Julham Kadaria, menilai buruknya pelayanan diduga akibat kapasitas mesin PLN Malifut yang tidak memadai. Warga berharap adanya sambungan langsung dari Sofifi untuk stabilitas listrik.

“Kalau tidak segera ada solusi, aktivitas warga saat bulan puasa akan terganggu, terutama pada malam hari. Banyak alat elektronik yang rusak,” katanya.

BACA JUGA   Pemkot Tidore Ikuti Rakor Integrasi Pembayaran E-Katalog Versi 6

Kepala Desa Akelamo  Kao Tua, Muridun Iskandar Alam, juga berharap pemerintah provinsi segera menindaklanjuti persoalan listrik, terutama menjelang Ramadan.

Tokoh pemuda Akelamo Cinga-Cinga, Suhfin Nyare, menambahkan, listrik bisa padam hingga 15 kali sehari dan sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Barang elektronik masyarakat banyak yang rusak. Sambungan langsung dari Sofifi akan lebih layak dan stabil. Kami sangat butuh perhatian serius pemerintah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Malifut belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan, sehingga warga berharap ada tanggapan cepat agar masalah pemadaman tidak berlarut-larut.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi

Just a moment...