Halbar — Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat mengakibatkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Peristiwa tersebut menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Loloda, Rabu (07/1).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, dua korban jiwa ditemukan di lokasi tanah longsor yang berada di Desa Kedi, Kecamatan Loloda. Kedua korban diketahui merupakan warga Desa Soasio, yang lokasinya berdekatan dengan Desa Kedi.
Salah satu warga Desa Soasio, Meldi Trisilia Legu, mengatakan bahwa peristiwa longsor terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. Suara gemuruh tanah longsor terdengar keras hingga membangunkan warga sekitar.
“Gemuruh longsor terdengar sekitar pukul 02.00 WIT saat subuh. Pagi harinya baru terkonfirmasi bahwa ditemukan dua korban jiwa,” ujar Meldi.
Ia menjelaskan, korban yang meninggal dunia masing-masing adalah seorang siswi kelas VI Sekolah Dasar dan seorang ibu lanjut usia. Keduanya merupakan warga asli Desa Soasio, namun tertimbun longsor di wilayah Desa Kedi.
“Korban siswi dan lansia adalah warga Desa Soasio, tetapi lokasi kejadiannya di Desa Kedi yang berdekatan dengan Desa Soasio,” jelasnya.
Pasca kejadian tersebut, sambung Meldi, warga yang berada di sekitar lokasi bencana memilih mengungsi ke rumah-rumah warga lain yang dianggap aman dari ancaman longsor dan banjir susulan.
“Saat ini seluruh warga mengungsi ke rumah warga lain yang dianggap lebih aman dari tanah longsor dan banjir,” lanjutnya.

Meldi juga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, khususnya Bupati Halbar, untuk membantu para korban terdampak bencana. Menurutnya, rumah korban telah tertimbun tanah dan keluarga korban sangat membutuhkan bantuan darurat.
“Kami berharap Pemkab Halbar dapat membantu kami. Rumah korban sudah tertimbun tanah, keluarga korban sangat membutuhkan pakaian dan makanan,” tutupnya dengan nada sedih.
Selain menelan korban jiwa, bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat dan ringan.
Tak hanya itu, sebuah pastori gereja yang menjadi tempat tinggal pendeta setempat juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di wilayah Loloda dan sekitarnya masih berpotensi hujan, sementara warga berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah dan pihak terkait.
Reporter: TP Babua
Editor: Redaksi


























