Jurnalis, Firjal dan Irwan DJailan, bersama Kuasa Hukum dan petugas Polres Ternate, 2026, foto: Istimewa

Ternate – Dugaan intimidasi terhadap wartawan saat meliput pertandingan sepak bola di Stadion Gelora Kie Raha, Kota Ternate, Maluku Utara, berujung laporan ke polisi terhadap pemilik dan seorang official Malut United, Senin (9/3).

Laporan tersebut dilayangkan ke Polres Ternate oleh Kantor Hukum Bahmi Bahrun & Partners terkait dugaan intimidasi hingga pemaksaan penghapusan rekaman video terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Kuasa hukum pelapor, Bahmi Bahrun, mengatakan tindakan tersebut merupakan bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik.

“Kami mengecam keras tindakan oknum official yang diduga melakukan intimidasi dan pemaksaan penghapusan rekaman terhadap rekan-rekan jurnalis,” ujarnya.

“Tindakan ini bukan hanya bentuk arogansi personal, tetapi juga merupakan serangan nyata terhadap pilar demokrasi,” lanjut Bahmi.

Bahmi menegaskan wartawan dalam menjalankan tugas dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sehingga setiap bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik dapat berimplikasi hukum.

“Perlu kami ingatkan kepada semua pihak bahwa wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi secara hukum dan diatur ketentuan pidana di dalamnya. Kami tidak akan membiarkan hukum ini diabaikan begitu saja,” tegasnya.

Bahmi juga meminta Kapolres Ternate memberikan perhatian serius terhadap laporan tersebut dan mengusut kasus ini secara transparan serta profesional.

“Kami meminta atensi penuh dari Ibu Kapolres Kota Ternate untuk mengusut tuntas laporan ini secara transparan dan profesional,” katanya.

“Kejadian ini terjadi di area resmi stadion dengan wartawan yang memiliki identitas sah. Tidak ada alasan bagi oknum mana pun untuk bertindak di atas hukum,” imbuh Bahmi.

Kronologi Insiden

Insiden dugaan intimidasi terjadi sekitar pukul 23.05 WIT, saat sejumlah wartawan masih mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan menuju ruang ganti.

BACA JUGA   Kesiapan Sudah 95 Persen, GOT 2025 Bakal Dibuka Wali Kota Tidore

Seorang pria yang diduga merupakan official tim Malut United menghampiri wartawan dan mempersoalkan aktivitas perekaman. Ia kemudian meminta agar video liputan dihapus sambil berteriak kepada suporter.

“Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriaknya.

Oknum tersebut juga meminta steward stadion untuk mengusir wartawan dari area tribun meski para jurnalis telah mengantongi ID Card resmi peliputan BRI Super League.

Situasi semakin memanas ketika oknum manajemen itu membuntuti perangkat pertandingan hingga ke ruang ganti wasit. Ia bahkan sempat menggedor pintu ruang ganti dan melontarkan ancaman kepada wasit di dalam ruangan.

Akibatnya, perangkat pertandingan memilih tetap berada di dalam ruang ganti selama sekitar satu setengah jam demi menghindari situasi yang semakin memanas.

Sekitar pukul 00.20 WIT, setelah pihak kepolisian dan steward memastikan kondisi aman, perangkat pertandingan akhirnya meninggalkan stadion.

Dalam peristiwa tersebut, pemilik Malut United, David Glen Oei, juga sempat menegur wartawan.

“Kamu dari mana? Kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Malut United belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak klub masih dilakukan.