Bogor – Guna memaksimalkan aksi penggalangan dana untuk korban terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aliansi Mahasiswa Bogor-Tanggap Bencana Sumatera terus melakukan aksi penggalangan dana di berbagai titik keramaian di Kota Bogor.

Aksi penggalangan dana masih terus berlanjut karena masih banyak korban terdampak bencana yang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua, terutama makanan cepat saji atau makanan yang dapat dikonsumsi langsung, tanpa perlu dimasak atau diolah terlebih dahulu, serta obat-obatan.

Paket bantuan untuk warga terdampak bencana Sumatera, Foto: Istimewa

Ketua Aliansi Mahasiswa Bogor-Tanggap Bencana Aceh, Fajar Al Fitra, saat pertemuan singkat dengan para relawan yang tergabung dalam aksi penggalangan dana pada Kamis (11/12), menyampaikan bahwasanya bantuan saat ini diprioritaskan untuk makanan siap konsumsi dan obat-obatan, serta toilet portable dan filter air minum.

“Kami memprioritaskan bantuan dan donasi makanan yang bisa langsung dikonsumsi karena di daerah terdampak bencana masih terkendala air bersih, listrik, maupun bahan bakar minyak (BBM), yang digunakan untuk mengolah makanan,” tutur Fajar.

Selain bantuan makanan, donasi juga terbuka untuk filter air dan toilet portable, mengingat sulitnya mendapatkan air bersih di wilayah terdampak bencana. Di saat bersamaan, air yang tersedia juga tidak layak konsumsi. Di samping itu, toilet potable juga sangat dibutuhkan karena sanitasi yang buruk akan semakin berdampak pada kesehatan korban bencana di tenda pengungsian.

“Masyarakat terdampak bencana, terutama di Aceh Tengah sangat membutuhkan toilet portable dan filter air karena buruknya sanitasi dan minimnya air bersih, akan sangat berdampak pada kesehatan korban bencana” ucapnya.

Sebagai informasi, dilansir dari Tempo.co (11/12/25), merujuk dashboard geoportal penanganan darurat banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 990 orang. Rinciannya, korban meninggal di Aceh mencapai 407 orang. Kemudian Sumatera Barat sebanyak 240 jiwa, dan 343 di Sumatera Utara. Data ini belum termasuk korban hilang yang belum ditemukan.

BACA JUGA   Pelantikan DPC Gekrafs Tidore, Ketua Komite Pastikan Kehadiran Petinggi DPP dan Artis Nasional

Reporter: Tim Sentra

Editor: Arifin