Halbar – Setelah berhasil menembus jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026,Festival Teluk Jailolo (FTJ) kembali digelar sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Pelaksanaan FTJ tahun ini dipusatkan di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, dan akan berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026 di lapangan Desa Dodinga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisparpora Halbar Reinhard Bunga, mengatakan bahwa FTJ 2026 mengusung tema “Cultural Heritage, Collaboration for Upscale Tourism”.

Menurut Reinhard, tema tersebut dipilih untuk mengangkat nilai-nilai warisan budaya yang dimiliki Halmahera Barat sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

“Tema ini bertujuan mengangkat kekayaan warisan budaya yang ada di Halmahera Barat. Selain itu, FTJ tahun ini juga dikemas melalui kolaborasi lintas sektor agar pariwisata daerah dapat berkembang dan naik kelas,” ujar Reinhard Bunga pada media ini, Jumat (5/6/26).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai elemen.

“Pada prinsipnya, kemajuan pariwisata di suatu daerah membutuhkan kolaborasi. Karena itu, panitia melibatkan berbagai sektor untuk bersama-sama menyukseskan Festival Teluk Jailolo Tahun 2026,” tambahnya.

Dodinga dipilih sebagai venue FTJ 2026 sebab dipersiapkan menjadi Desa Wisata yang berbasis wisata sejarah peradaban lahirnya teori evolusi yang digagas oleh Wallace.

“Dodinga menyimpan banyak cerita yang harus diangkat untuk dipromosikan sebagai daya tarik bagi wisatawan mancanegara yang terus berdatangan disana,” jelas Reinhard.

Selain itu FTJ diharapkan menjadi pemantik pengembangan pariwisata di Jailolo Selatan sehingga potensi Halmahera Barat dapat merata dalam pembangunan pariwisata kedepannya yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan berkelanjutan.

BACA JUGA   Peringatan HUT Haltim, Sekda Larang Pimpinan OPD Keluar Daerah

“Jailolo Selatan harus menjadi objek pengembangan pariwisata, agar dapat menggerakan ekonomi lokal,” pungkas Rein.

Festival Teluk Jailolo merupakan agenda tahunan yang menjadi etalase promosi budaya, pariwisata, serta potensi ekonomi kreatif Halmahera Barat.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi